Selasa, 14 Juni 2022

Rintik di bulan Juni

Seperti ketabahan hujan bulan Juni
Yang diceritakan oleh eyang Sapardi
Aku juga ingin mencintai dengan sederhana dengan isyarat yang

Selasa, 05 Mei 2020

Pranata Politik Masyarakat Arab

Definisi Pranata Politik Masyarakat Arab 

      Pranata merupakan produk kesepakatan masyarakat yang dibuat untuk menjalankan system nilai dan norma tertentu. Definisi pranata dapat digambarkan sebagai upaya kelembagaan untuk mewujudkan atau mempertahankan system social. Sedangkan, politik
Secara etimologis politik berasal dari bahasa Yunani “ Polis “ yang artinya sama dengan kota (City) atau Negara kota (City State) dari polis timbul istilah lain polite yang berarti warga negara, politicos yang berarti kewarganegaraan, politike techen yang berarti kemahiran berpolitik dan selanjutnya orang-orang Romawi mengambil istilah tersebut serta menamakanya pengetahuan tentang Negara itu sebagai kemahiran tentang masalah-masalah kenegaraan. Dengan demikian jelaslah bahwa politik yang bersangkut paut dengan masalah-masalah Negara dan pemerintahan.
       Pranata politik secara umum adalah upaya atau kegiatan partai politik sebagai organisasi kemasyarakatan yang memilki ciri khas tersendiri dan bertujuan untuk mendapatkan kekuasaan dengan bekal ilmu kenegaraan atau tata Negara. Adapun menurut para ahli.
  • Menurut N Aemum (1986) pranta politik adalah upaya suatu organisasi politik untuk menguasai pemerintahan serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan suatu golongan terhadap golongan lain yang memiki pandangan berbeda.
  • Menurut Aristoteles bahwa pranata politik sebagai asosiasi yang paling berdaulat yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Terdapat dua poin penting dari pengertian pranata politik oleh Aristoteles bahwa pranata politik memilki kewenangan atas menggunakan kekuatan fisik dan pranata politik mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri.
          Di wilayah Arab sendiri, seperti yang kita ketahui pada zaman Nabi, Nabi lah yang memimpin. Dan ketika nabi wafat digantikan oleh para Khulafaur Rasyidin, dimana sistem memilih dalam hal ini yaitu dengan ditunjuk langsung oleh pemimpin sebelumnya. Namun, ada juga yang menggunakan sistem musyawarah. Itu ketika masa Khulafaur Rasyidin. Sedangkan pada masyarakat Arab sekarang, seperti yang kita ketahui bahwasanya pemerintahan Arab dipimpin oleh raja tanda kutip di sini menggunakan sistem pemerintahan monarki. Jadi, sistem politik pun mungkin tidak sterbuka atau tidak setrasparansi seperti di negara kita. Karena apa? Karena di negara Arab menganut sistem kerajaan lain halnya di Indonesia yang demokrasi.


           Mungkin, demikianlah sedikit dari secuil pengetahuan yang saya dapatkan. Jikalau ada kekeliruan mohon saran baiknya. Karena, telah kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang luput dari salah. "Al-insanu mahalul khata' wa nisyan". semoga apa yang telah dipaparkan di blog ini membawa berkah dan manfaat. Wallahu a'lam bbisshawab.   

Senin, 04 Mei 2020

Pranata Keagamaan Masyarakat Arab

       Agama merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Menurut Durkheim agama adalah suatu sistem yang terintegrasi dari kepercayaan dan praktik keagamaan yang berkaitan dengan hal-hal yang suci, yang dapat mempersatukan orang-orang beriman ke dalam kelompok atau komunitas moral yang disebut umat. menurut Talcott pendeta, faktor yang menyebabkan   manusia membutuhkan lembaga agama antara lain sebagai berikut:
a.  Manusia tidak mengerti dan tidak mampu mengatasi masalah tertentu seperti bencana alam dan kematian.
b.  Kelangkaan hal-hal yang dapat memberkian jawaban yang memuaskan.
        Agama menggambarkan hubungan vertikal dan horizontal di mana hubungan vertikal   itu hubungan dengan Tuhan sedangkan horizontal itu hubungan antara manusia dengan manasuia.  
       Pranata agama adalah sistem keyakinan dan praktek keagamaan dalam masyarakat yang telah dirumuskan dan dibakukan. Pranata agama merupakan sarana bagi manusia untuk berhubungan dengan penciptanya. Sehingga, manusia yang sibuk dengan urusan dunia baik sendiri maupun bersama-sama dengan umat lainnya senantiasa dapat mendekatkan diri pada sang pencipta. Karena itu, agama sangat penting untuk menyeimbangkan kehidupan manusia yaitu kehidupan duniawi dan ukhrowi. 
         Adapun fungsi pranata agama adalah sebagai berikut :
  1. Sebagai pedoman hidup
  2. Sumber kebenaran
  3. Pengatur tata cara hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan
  4. Tuntutan prinsip benar dan salah
  5. Pedoman pengungkapan perasaan kebersamaan di dalam agama diwajibkan berbuat baik terhadap sesama
  6. Pedoman keyakinan manusia berbuat baik selalu disertai dengan keyakinan bahwa perbuatannya itu merupakan kewajiban dari Tuhan dan yakin bahwa perbuatannya itu akan mendapat pahala, walaupun perbuatannya sekecil apapun.
  7. Pedoman keberadaan yang pada hakikatnya makhluk hidup di dunia adalah ciptaan Tuhan semata
  8. Pengungkapan estetika manusia cenderung menyukai keindahan karena keindahan merupakan bagian dari jiwa manusia
  9. Pedoman untuk rekreasi dan hiburan. Dalam mencari kepuasan batin melalui rekreasi dan hiburan, tidak melanggar kaidah-kaidah agama.          

  •    Masyarakat Arab pra-Islam
             Pada masa sebelum kedatangan Islam di Arab dikenal dengan zaman jahiliyah. Periode jahiliyah ini dalam Islam, adalah masa yang tidak mengenal agama tauhid yang membuat moralitas mereka menjadi minimal. Pada saat itu, masyarakat Arab memiliki kebiasaan buruk seperti minum minuman keras, berjudi, berzina, dan menyembah berhala.
               Pembahasan mengenai peradaban Bangsa Arab sebelum Islam datang, tidak lengkap sebelum tidak memulai sejarah bangsa Arab. Agama orang Arab sebelum Islam adalah Paganisme, Yahudi, dan Kristen. Pagan ini merupakan agama yang mewakili mereka. Ratusan berhala berbagai bentuk ditempatkan di sekitar Kaabah. Agama pagan ini bahkan sudah ada sebelum Nabi Ibrahim. Nenek moyang bangsa Arab awalnya memeluk agama Nabi Ibrahim, namun ajaran ini akhirnya pudar. Mereka lalu membuat patung berhala dari batu, yang menjadi sarana untuk berhubungan dengan Tuhan.
               Semangat keagamaan yang sangat kuat mendorong bangsa Arab untuk melawan dan mengonversi agama Islam saat Islam datang. Namun ibadah dan praktik keagamaan tidak dilakukan oleh Badui Arab. Mereka lebih suka hidup bebas dari aturan agama. Agama dianggap sebagai pengikat kebebasannya, oleh karenanya mereka sering menyelewengkan aturannya. Di antara mereka ada yang menyembah bintang-bintang, pohon, batu-batu, binatang, bahkan menyembah raja mereka. Ini terjadi karena mereka sulit untuk memercayai Tuhan yang abstrak.
         Setelah terputus dengan nabi Ibrahim sebagai juru penerang, mereka kembali menyembah berhala. Berhala-berhala itu dibuat dari batu dan didirikan di Kakbah. Agama Nabi Ibrahim bercampur aduk dengan kepercayaan menyembah berhala ini. Hal yang membuat bangsa Arab menyembah berhala adalah karena setiap orang yang meninggalkan kota Mekah, selalu mengambil batu dari tanah sekitar Kakbah. Setelah itu mereka merasa lebih terhormat. Sementara Kakbah tetap memiliki kedudukan yang tinggi.
    • Masyarakat Arab Pasca Islam
    Dilihat dari segi budaya, perubahan yang terjadi ialah:
    Bangsa Arab yang semula sangat gemar melantunkan dan mendengarkan syair-syair para penyair di pasar Ukaz pada zaman Islam, mereka asik membaca Qur'an siang dan malam. Kebiasaan meratap yang sering dilakukan pada masa jahiliah mereka tinggalkan. Karena agama Islam telah melarang perbuatan meratap.
          Pada zaman Islam, bangsa Arab juga telah merubah kebiasaan mereka yang suka   membunuh anak perempuan yang baru lahir.
    Terhapusnya sistem perbudakan karena dalam Islam semua orang memiliki hak yang sama. Adanya pengaturan terhadap pernikahan. Sehingga kebiasaan mengawini janda bekas ayah yang dilakukan oleh masyarakat jahiliah dilarang. Perubahan-perubahan yang dibawa Islam dalam sistem kepercayaan bangsa Arab sangat jelas terlihat. Bangsa Arab tidak lagi menyembah berhala, matahari dan bulan. Mereka mengamalkan ajaran-ajaran islam seperti : salat, puasa, membayar zakat, dan berhaji.
                Agama tauhid atau agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Tidak serta merta langsung diterima oleh masyarakat arab dulu. Nabi Muhammad SAW, mulanya menyiarkan agama Islam dengan secara sembunyi-sembunyi. Nabi berdakwah secara sirr, keoada keluarga dan kerabat kerabatnya. Dan istrinya Khadijah adalah wanita pertama yang mengikuti ajarannya. Lalu disusul oleh sahabatnya Abu Bakar As-Shiddiq, yg juga mengakui dan menyaksikan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Setelah nabi berdakwah secara sembunyi-sembunyi, nabi pun melakukan dakwah dengan terang-terangan. Dan disini, nabi mendapatkan cemoohan, hinaan, dan bantahan dari kaum kafir Quraisy. Meski begitu, nabi tetap mendakwahkan ajaran Islam dan seiring berjalannya waktu banyak dari kaum Quraisy yang juga mengikuti ajaran Nabi.

    Baiklah teman-teman, itulah suatu keadaan mengenai agama pada masyarakat Arab. Masyarakat Arab yang dulu pra Islam dikenal dengan kaum jahiliah. Namun, kini kaum Arab telah memeluk Islam bahkan merupakan negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim.



    Mungkin, demikianlah sedikit dari secuil pengetahuan yang saya dapatkan. Jikalau ada kekeliruan mohon saran baiknya. Karena, telah kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang luput dari salah. "Al-insanu mahalul khata' wa nisyan". semoga apa yang telah dipaparkan di blog ini membawa berkah dan manfaat. Wallahu a'lam bisshawab. 

    Pranata Stratifikasi Sosial Masyarakat Arab

             Startifikasi sosial adalah sebuah konsep yang menunjukkan adanya pembedaan atau pengelompokan suatu kelompok sosial (komunitas) secara bertingkat. Pembedaan pengelompokan ini didasarkan pada adanya suatu simbol-simbol tertentu yang dianggap berharga atau bernilai, baik itu berharga bernilai secara sosial, ekonomi, politik, hukum, budaya, maupun dimensi lainnya dalam suatu kelompok sosial (komunitas). Simbol-simbol tersebut misalnya, kekayaan, pendidikan, jabatan, kesalehan dalam beragama, dan pekerjaan. 
           Jazirah Arab mempunyai daerah yang cukup luas. Wilayahnya sebagian besar berupa padang pasir. Hanya ada beberapa daerah yang subur, misalnya di daerah selatan dan sebagian daerah utara. Posisi geografisnya yang jauh dari pusat kerajaan besar dan kondisi alamnya yang sulit dijangkau, menyebabkan kawasan ini luput dari cengkraman kedua imperium besar ( Romawi-Bizantium dan Persia). Pembagian dalam masyarakat juga sangat tergantung pada kondisi obyektif geografis. Laki-laki menjalankan peran publik, seperti mencari nafkah dan mempertahankan keluarga dari bahaya. Sedangkan perempuan berperan sektor domestik, seperti mengasuh anak dan mengatur urusan rumah tangga. 
          Salah satu faktor yang mendukung suksesnya misi Nabi Muhammad SAW karena ajaran-ajaran yang dibawanya adalah ajaran yang berisi pembebasan dari berbagai penindasan. Kemerdekaan merupakan sesuatu yang sangat langka, karena kemerdekaan yang sebenarnya hanya didasarkan oleh segelintir manusia yang ada dilapisan atas. Perempuan adalah salah satu kelompok didalam masyarakat yang hampir tidak pernah menikmati kemerdekaan, karena disamping harus tunduk kepada struktur yang ada diatasnya, juga harus tunduk kepada kaum laiki-laki didalam struktur masyarakatnya. Maka tidak heran jika kaum perempuan sangat berharap suksesnya Nabi Muhammad SAW dalam menjalani misinya. Untuk memahami keberadaan dan peran yang dimainkan Islam, diperlukan pemahaman mendalam terhadap stratifkasi sosial budaya bangsa Arab menjelang dan ketika al-Qur’an diturunkan. Misi al-Qur’an hanya dapat dipahami secara utuh setelah memahami kondisi sosial budaya bangsa Arab.
                Baiklah teman-teman, dalam hal ini mengapa para wanita sangat mengharapkan keberhasilan misi Nabi Muhammad SAW? Jelas kita ketahui jawabannya. Masyarakat Arab atau kaum arab dulu selalu menganggap bahwa perempuan adalah aib. Sampai-sampai, jika ada seorang ibu yang melahirkan seorang anak perempuan ia pun harus menahan pedihnya berita atau kabar bahwa putrinya harus dibunuh. Seorang perempuan, di pandangan orang Arab masa dulu dianggap sebagai sumber kekacauan. Oleh karena itu, perempuan merasa bahwa tidak ada kebebasan atau hak kemerdekaan bagi mereka. Itulah salah satu sebab mereka mendukung dan mengharapkan keberhasilan misi Nabi Muhammad SAW agar mereka juga mendapat hak-hak yang layak ia dapatkan.
         Masyarakat Arab secara umum memiliki kehidupan yang seragam yang terdiri dari 3 macam yaitu : Kaum Badui, Petani dan Kaum Urban. Ketiga model ini memiliki kontribusi besar dalam pembentukan struktur sosial bagi masyarakat Arab. Saad E Ibrahim (1982:236-237) mengungkapkan bahwa masyarakat Arab pada abad ke-7 hingga 19 secara umum telah berlaku stratifikasi sosial. Kelas-kelas sosial di masyarakat Arab terus berkembang dikarenakan kecenderungan di negara-negara Arab berada pada proses transisi pada abad ke-20. Proses pembangunan yang berjalan, baik secara fisik maupun non fisik yang dilakukan pemerintah memicu distribusi kekayaan kepada individu yang berada dikelas lainnya, diluar kelas yang mengembangkan kekayaan tersebut.
    Seseorang dapat memiliki dua kelas yang berbeda dimensi, yaitu di satu sisi terdapat kelas yang setara dengan upper class, tetapi di sisi yang lain, seseorang itu bisa saja menjadi lower class dalam dimensi pekerjaan.
    1. Kerajaan dan Keluarga Kerajaan
    Pada pernyataan Ibrahim (1982:52) bahwa upper class adalah kaum elite yang berasal dari keluarga kerajaan itu sendiri. Kerajaan dan keluarga kerajaan mendapat posisi utama dalam pengelolaan dan stratifikasi tertinggi dalam tatanan kenegaraan. 
    2. Kaum Kaya
    Perkembangan ekonomi Arab Saudi membawa berfungsi berbagai implikasi bagi struktur sosial, terutama pada lapisan menengah yang berkembang lebih jauh. Kaum badui sebagai pemilik tempat awal stratifikasi sosial paling rendah di Arab Saudi berkembang menjadi berbagai bentuk perubahan yang disebabkan perkembangan ekonomi baru di Arab Saudi pasca penemuan minyak di Arab Saudi. Kaum badui mengalami detribalisasi dan menunjukan berbagai perubahan seperti pada aspek ekonomi yang dikembangkan oleh Abdul Aziz bin Abdurrahaman Al Saud dan menciptakan tatanan sosial-komunal yang baru. Kaum badui yang memiliki ciri khusus mencair dan berubah dalam berbagai bentuk, seperti halnya dengan kaum kaya baru yang menempati startifikasi sosial Arab Saudi. Masuknya suasana ekonomi baru melahirkan pelaku-pelaku ekonomi baru yang menciptakan dinamika baru di masyarakat Arab Saudi, yang kemudian membawa mereka menjadi kaum kaya.
    3. Kelas Menengah Baru
    Wujud lain dari adanya interaksi antara orang-orang selain Arab Saudi dengan Arab Saudi adalah kaum menegah diantara orang-orang tersebut. Adanya kaum badui yang tinggal di Arab Saudi, lalu kedatangan orang-orang asing berasal dari luar Arab Saudi memiliki point of knowlage yang berbeda fenomena sosial yang terjadi pada saat itu.  Jenis menengah baru ini adalah orang-orang yang awalnya tidak terlihat langsung dalam perkembangan kehidupan dan negara Arab Saudi. Mereka adalah ekspatriat asing yang datang ke Arab Saudi dan orang-orang Arab Saudi yang memiliki posisi baru dalam tatanan sosial di Arab Saudi.
             Teman-teman sekalian, stratifikasi sosial ini ada, bahkan bukan hanya di wilayah Arab. Namun, hampir di seluruh penjuru dunia. Di wilayah Arab yang kita ketahui bahwasanya sistem pemerintahan yang dianut adalah sistem monarki. Dimana yang berkuasa adalah sang raja. Maka di sini, jika dilihat dari tingkat sosial atau kelompok sosial maka raja atau pemegang kekuasaan dan keluarganya di arab merupakan golongan elite atau upper class. Sedangkan, rakyat biasa bisa dikatakan atau dikelompokkan pada golongan kelas bawah.
    Seperti yang telah sampaikan di atas, bahwasanya dia Arab terdapat pengelompokan sosial. Dimana, diantaranya ada kaum elite atau laum atas, kaum menengah, dan kaum bawah. Termasuk kaum elit selain raja dan keluarganya, juga selain perdana menteri, penasehat kerajaan, juga ada kaum kaya. Kaum kaya atau masyarakat yang memiliki kekayaan di masyarakat Arab juga tergolong sebagai kaum elit. Hal ini, bisa terjadi larena mereka mengelolah minyak atau perekonomian yang ada. Namun, jika masyarakat Arab yang baru melakukan perekonomian dan mendapatkan penghasilan serta pengetahuan yang baru mereka dikategorikan sebagai kelompok menengah. Ya,,, stratifikasi ini, sama halnya yang ada di Indonesia. Dimana di negara kita, sering kali kita dengar bahwa ada kelompok yg ekonominya menengah ke atas dan juga yang ekonominya menengah ke bawah.


    Mungkin, ini sedikit dari pada secuil pengetahuan yang saya tahu. Semoga berkah dan bermanfaat. Wallahu a'lam bisshawab.

    Monarki Arab

          Kerajaan atau yang disebut dengan Monarki adalah pemerintahan yang dipimpin oleh seorang penguasa kerajaan dimana Raja sebagai kepala negaranya. Sistem monarki (kerajaan) berasal dari kata Mono yang berarti satu dan Archein yang berarti kekuasaan atau pemerintahan. Monarki adalah sebuah sistem pemerintahan yang dipimpin oleh Raja atau Kaisar sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, dimana dalam membuat kebijakan berada ditangan Raja. Sistem pemerintahan kerajaan atau monarki merupakan sistem pemerintahan yang paling tertua di dunia. Pembentukan sistem pemerintahan monarki terdapat beberapa bentuk yakni, Monarki absolute, monarki konstitusional, dan Monarki parlementer.
          Salah satu negara yang masih menggunakan sistem pemerintahan monarki adalah negara Arab Saudi. Arab Saudi merupakan sebuah negara yang masih menganut sistem kerajaan di kawasan Timur Tengah. Kerajaan Arab Saudi berasal dari Dinasti Saud yang dirintis sejak abad ke-18 di daerah Najd yang terletak di bagian tengah Semenanjung Arab. Berdirinya dinasti Saud berawal dari tokoh yang bernama Amir Muhammad bin Sa’ud (1703-1792). Kerajaan Arab Saudi dikuasai oleh keluarga Al-Saud yang berpijak pada ideologi mahzab Wahhabi yang menjadi dasar legitimasi kekuasaan dan pengembangan pengaruh pemerintah keluarga Al-Saud di semenanjung jazirah Arab.
           Arab Saudi menganut sistem monarki absolut dengan Raja sebagai kepala pemerintahan dan Negara.  Arab Saudi merupakan negara yang murni menggunakan hukum Islam sebagai dasar untuk peraturan-peraturan di dalam negerinya. Berdasarkan Undang-Undang Dasar yang dirilis pada tahun 1993, berisi 83 prinsip-prinsip (atau ayat) yang menegaskan kembali landasan atau dasar kerajaan yang telah berjalan sejak masa awal berdiri. Diantarnya pada Pasal pertama yang menyatakan bahwa Al-Quran dan Sunnah Nabi adalah konstitusi Arab Saudi. Selanjutnya, dalam Pasal 5, sistem politik digambarkan sebagai kerajaan. Undang-Undang Dasar juga menekankan pentingnya nilai-nilai Islam. Pada pasal 44 disebutkan tiga kekuasaan negara, yaitu pengadilan atau lembaga hukum, eksekutif dan kekuasaan organisasional, dan menyatakan bahwa Raja adalah sumber utama pusat kekuasaan tersebut. 
            Kekuasaan politik amat terpusat pada Raja yang memegang berbagai jabatan sebagai     berikut:
    1. Kepala Dinasti Saudi
    2. Perdana Menteri
    3. Kepala Eksekutif
    4. Imam Keagamaan Tertinggi
    5. Komandan Angkatan Bersenjata
    6. Kepala Pengadilan

             



    Mungkin, demikianlah sedikit dari secuil pengetahuan yang saya dapatkan. Jikalau ada kekeliruan mohon saran baiknya. Karena, telah kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang luput dari salah. "Al-insanu mahalul khata' wa nisyan". semoga apa yang telah dipaparkan di blog ini membawa berkah dan manfaat. Wallahu a'lam bisshawab. 

    Jumat, 01 Mei 2020

    Pranata Ilmiah Masyarakat Arab

    Yuli Santiani
    Pranata Ilmiah Masyarakat Arab

              Pada pasalnya, masyarakat Arab yang dulunya terkenal dengan sebutan masyarakat jahiliah merupakan masyarakat yang tahu akan suatu ilmu. Hanya saja, penyebutan jahiliah tersebut disebabkan karena kebodohan akan akhlak dan tatakrama mereka yang burukbdan tidak mengikuti ajaran yang dibawa oleh utusan Allah SWT. Salah satu contoh pengetahuan masyarakat Arab khususnya masyarakat Arab pada zaman jahiliah adalah suatu ilmu mengenai kesusastraan. Dimana, mereka mampu membuat syair-syair yang begitu indah dengan berbagai pola yang ada.
             Seiring berjalannya waktu, perkembangan ilmu pengetahuan di wilayah Arab ini semakin berkembang pesat ketika Islam datang.
    1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan oleh Kaum Muslim pada Zaman Nabi Muhammad
             Rasullah SAW lahir pada12 Rabiul awal pada tahun gajah. Pada penanggalan masehi beliau lahir pada 8 juni 632 M. Kemudian Muhammad bin Abdullah pertama kali mendapatkan wahyu pada usia 40 tahun yang kemudian masa-masa setelah beliau mendapatkan wahyu disebut dengan tahun kenabian hingga hijrahnya Nabi Muhammad SAW menuju kota Yastrib. Berdasarkan penanggalan Masehi maka diperkirakan Nabi Muhammad SAW pertama kali pada tahun 610M. Masyarakat arab pada saat itu menggantungkan kehidupannya pada kegiatan ekonomi. Hal ini disebabkan karena lingkungan mereka yang kering dan tandus sehingga untuk memenuhi kehidupa mereka sehari-hari, mereka harus berdagang, salah satu kota tujuan bangsa Arab adalah Damaskus, sedangkan untuk Makkah sendiri kaum Jahiliyah menjadikan  Makkah sebagai wahana wisata religi bagi  penyembaha berhala. Hal ini menyebabkan pengetahuan bangsa Arab mengenai ekonomi sudah cukup maju pada zamannya. Sedangkan untuk ilmu pengetahuan selain ekonomi masyakat Arab cukup tertinggal dibandingkan dengan dua kekuatan imperial besar mengapit jazirah Arab, yakni Bizantium, Romawi, Sasania Persia. Untuk ilmu pengetahuan sosial mereka tidak memiliki sistem yang cukup baik di tunjukan dengan masih adanya perbudakan yang buruk. Bahkan untuk tulis menulis saja hanya sebagian kecil saja orang yang bisa melakukannya. Ketika Nabi masih berdakwah di dalam kota Makkah (belum berhijrah) beban mampu mengubah banyak dalam sektor ilmu pengetahuan karena terbatasnya pergerakan dakwah Nabi. Keterbatasan ini berupa intimidasi dari kaum Quraisy. Ancaman pembunuhan, bahkan pernah dilakukan oleh kaum Quraisy. Hal ini menyebabkan Nabi lebih berfokus kepada penguatan pemahaman aqidah bagi para pengikutnya untuk mempererat umat islam dalam menghadapi intimidasi-intimidasi tersebut.

           Ketika Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Yatsrib atau yang kita kenal sekarang sebagai Madinah Al-Munawwaroh pada tahun ke-13 kenabian 622M, beliau bisa leluasa menyebarkan risalah agama ditambah lagi dengan posisi beliau yang menjadi pemimpin kota tersebut. Ilmu pengetahuan mulai tumbuh dan perkembang sejak pada masa ini. Beliau suksus menjadi solusi dalam berbagai masalah yang terjadi baik berkaitan dengan peribadian, sosial, ekonomi, dan politik yang bersumber langsung dari Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah SAW memulai pembangunan masyarakat madinah dengan membangun masjid sebagai pusat dakwah islam. Di masjid itulah dilakukan berbagai kegiatan dakwah, mulai dari masalah peribadatan, sosial, ekonomi, dan politik. Disinilah islam menjadi maju pesat dan menjadi salah satu peradaban yang maju  pada masa tersebut. Tokoh-tokoh ilmuwan pada masa Rasulullah SAW lebih terfokus pada Al-Quran antara lain Ali bin Thalib dan Zaid bin Sabit, kemudian Salman al-Farizi yang ahli strategi perang.
         2. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Oleh kaum Muslim Zaman Khulafa’Ar Rasyidin
    Adapun ilmu-ilmu yang berkembang pada masa Khulafaur Rasyidin adalah
    Ilmu qiraat, ilmu tafsir Al Quran, ilmu khat, dan ilmu hadits, ilmu fiqih, serta ilmu nahwu dan Sharaf.
          3. Perkembangan ilmu pengetahuan oleh kaum muslimin pada masa Bani Abbasiyah
    Diantaranya adalah sebagai berikut: ilmu matematika, geografis, arsitektur, kimia, ilmu medis ilmu astronomi, dan filsafat.
             Sedangkan, ilmu yg berkembang pada masa dinasti Bani Umayyah adalah ilmu farmasi, ilmu medis, ilmu  sains terapan, dan teknik mesin ilmuwan.
    Dan di masa modern ini, ilmu-ilmu pengetahuan di wilayah Arab pastinya juga lebih berkembang pesat. Apalagi di era yang modern ini banyak lembaga-lembaga pendidikan yang berkualitas dan dilengkapi dengan fasilitas yang optimal.
            Teman-teman, perlu kita ingat kembali bahwasanya masyarakat Arab jahiliah dulu bukan orang-orang yang bodoh dalam hal ilmiah atau ilmu-ilmu pengetahuan. Namun, kejahilan mereka dikarenakan sebab mereka tidak mau memikirkan hal baik yang seharusnya mereka jalankan. Seperti misalnya, mereka selalu meminum minuman keras, padahal banyak mudharat yang akan mereka rasakan. Juga mereka tidak mengikuti ajaran ajaran yang dibawa oleh utusan sang Ilahi, Allah SWT.
              Pasalnya, masyarakat punya pengetahuan aakn suatu ilmu. Namun, ilmu-ilmu pengetahuan di wilayah Arab lebih berkembang pesat ketika Islam datang. Namun, meski begitu, perkembangan akan ilmu tidak serta merta langsung berkembang dengan mudahnya. Selain menyebarkan ilmu pengetahuan nabi pun juga berseru mengajak kaum kafir diasa dulu untuk mengikuti ajarannya dan untuk beribadah kepada Allah SWT.
             


    Mungkin, demikianlah sedikit dari secuil pengetahuan yang saya dapatkan. Jikalau ada kekeliruan mohon saran baiknya. Karena, telah kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang luput dari salah. "Al-insanu mahalul khata' wa nisyan". semoga apa yang telah dipaparkan di blog ini membawa berkah dan manfaat. Wallahu a'lam bisshawab. 

    Pranata Keindahan Masyarakat Arab

    Pranata Keindahan Masyarakat Arab

             Masyarakat Arab, jika kita lihat dari sejarahnya pasti tidak asing lagi dengan karya-karya sastranya yang begitu banyak. Mengenai pranata Keindahan Masyarakat Arab, di sini penulis akan menggarisbawahi bahwa pembahasan mengenai pranata Keindahan Masyarakat Arab ini mengarah pada keindahan sastranya.
    Ketika kita membahas tentang bangsa Arab, maka kita juga akan membahas karakteristik masyarakat Arab itu sendiri, tentunya aktivitas yang lazim bagi masyarakat Arab sangat mempengaruhi nilai- nilai budaya dan peradaban mereka. Demikian pula dalam kehidupan mereka pun lazim dengan yang namanya sastra. sehingga, hal ini menjadi unsur estetika dalam kehidupan mereka dan sangat mengagumkan bagi kehidupan sosial selain bangsa Arab. 
              Bicara tentang norma keindahan masyarakat Arab, maka hal tersebut tak luput dari sejarah kehidupan mereka, yaitu bagaimana gambaran aktivitas kehidupan mereka pada masa  jahiliyyah yang cenderung mewakilkan unsur emosi dengan melampiaskan perasaan mereka melalui sastra. Sehingga, terdapat berbagai ragam genre padaa pola karya sastra mereka. 
           Keindahan dalam hal ini merupakan sastra. Secara umum banyak yang mengemukakan definisi sastra sebagai keindahan dalam berbahasa. Pemahaman sastra sebagai produk manusia yang mengandung nilai benar. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pranata Keindahan Masyarakat Arab merupakan suatu pranata atau aturan yang ada dalam sastra-sastra di kalangan masyarakat Arab.
                Adapun kelembagaan-kelembagaan kesusastraan di bangsa Arab adalah sebagai berikut: 
    1. Majelis temu sastra dan agama
    2. Majelis Jamia’atut- Diwan
    3. Majelis Arabithatul-Qalamiyyah
           Sastra merupakan sebuah estetika atau keindahan. Sastra sudah ada di wilayah Arab bahkan sejak kaum jahiliah. Masyarakat Arab yang gemar akan syair-syair atau bahkan prosa atau natsar mereka selalu berlomba-lomba untuk membuat sebagus mungkin. Di waktu itu pula, syair-syair yang ada dijadikan sebagai pertunjukan tepatnya juga diperjualbelikan. Dan salah satu cara orang-orang di masa itu mendapatkan uang adalah dengan bersyair.
             Pranata Keindahan ini, mengarah pada aturan-aturan keindahan yang ada dalam sastra-sastra pada masyarakat Arab. Semakin berjalannya waktu dan berkembangnya zaman. Maka, sastra pun juga ikut berkembang. Di arab sendiri telah ada kelembagaan-kelembagaan kesusastraan sebagaimana yang telah saya cantumkan di atas.
             Sejak Islam datang, dan turunnya Al-Qur'an dengan gaya bahasanya yang begitu indah. Terdapat orang-orang yang ingin menandingi keindahan Al-Qur'an. (Mengenai ini bisa disearch di sumber-sumber lainnya ya teman-teman) hehe karena saya sedikit lupa.pada intinya, pranata Keindahan Masyarakat Arab yang saya paparkan ini terfokus pada keindahan atau sastra yang ada pada masyarakat Arab tersebut. Namun, perlu diketahui juga bahwasanya pranata Keindahan Masyarakat Arab ini tidak hanya terpaku pada sastranya saja. Namun, juga meliputi keindahan yang lain, mungkin bisa juga lingkungan kehidupan atau sebagainya.


    Mungkin, demikianlah sedikit dari secuil pengetahuan yang saya dapatkan. Jikalau ada kekeliruan mohon saran baiknya. Karena, telah kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang luput dari salah. "Al-insanu mahalul khata' wa nisyan". semoga apa yang telah dipaparkan di blog ini membawa berkah dan manfaat. Wallahu a'lam bisshawab. 

    Rintik di bulan Juni

    Seperti ketabahan hujan bulan Juni Yang diceritakan oleh eyang Sapardi Aku juga ingin mencintai dengan sederhana dengan isyarat yang