Yuli Santiani
Pranata Ilmiah Masyarakat Arab
Pada pasalnya, masyarakat Arab yang dulunya terkenal dengan sebutan masyarakat jahiliah merupakan masyarakat yang tahu akan suatu ilmu. Hanya saja, penyebutan jahiliah tersebut disebabkan karena kebodohan akan akhlak dan tatakrama mereka yang burukbdan tidak mengikuti ajaran yang dibawa oleh utusan Allah SWT. Salah satu contoh pengetahuan masyarakat Arab khususnya masyarakat Arab pada zaman jahiliah adalah suatu ilmu mengenai kesusastraan. Dimana, mereka mampu membuat syair-syair yang begitu indah dengan berbagai pola yang ada.
Seiring berjalannya waktu, perkembangan ilmu pengetahuan di wilayah Arab ini semakin berkembang pesat ketika Islam datang.
- Perkembangan Ilmu Pengetahuan oleh Kaum Muslim pada Zaman Nabi Muhammad
Rasullah SAW lahir pada12 Rabiul awal pada tahun gajah. Pada penanggalan masehi beliau lahir pada 8 juni 632 M. Kemudian Muhammad bin Abdullah pertama kali mendapatkan wahyu pada usia 40 tahun yang kemudian masa-masa setelah beliau mendapatkan wahyu disebut dengan tahun kenabian hingga hijrahnya Nabi Muhammad SAW menuju kota Yastrib. Berdasarkan penanggalan Masehi maka diperkirakan Nabi Muhammad SAW pertama kali pada tahun 610M. Masyarakat arab pada saat itu menggantungkan kehidupannya pada kegiatan ekonomi. Hal ini disebabkan karena lingkungan mereka yang kering dan tandus sehingga untuk memenuhi kehidupa mereka sehari-hari, mereka harus berdagang, salah satu kota tujuan bangsa Arab adalah Damaskus, sedangkan untuk Makkah sendiri kaum Jahiliyah menjadikan Makkah sebagai wahana wisata religi bagi penyembaha berhala. Hal ini menyebabkan pengetahuan bangsa Arab mengenai ekonomi sudah cukup maju pada zamannya. Sedangkan untuk ilmu pengetahuan selain ekonomi masyakat Arab cukup tertinggal dibandingkan dengan dua kekuatan imperial besar mengapit jazirah Arab, yakni Bizantium, Romawi, Sasania Persia. Untuk ilmu pengetahuan sosial mereka tidak memiliki sistem yang cukup baik di tunjukan dengan masih adanya perbudakan yang buruk. Bahkan untuk tulis menulis saja hanya sebagian kecil saja orang yang bisa melakukannya. Ketika Nabi masih berdakwah di dalam kota Makkah (belum berhijrah) beban mampu mengubah banyak dalam sektor ilmu pengetahuan karena terbatasnya pergerakan dakwah Nabi. Keterbatasan ini berupa intimidasi dari kaum Quraisy. Ancaman pembunuhan, bahkan pernah dilakukan oleh kaum Quraisy. Hal ini menyebabkan Nabi lebih berfokus kepada penguatan pemahaman aqidah bagi para pengikutnya untuk mempererat umat islam dalam menghadapi intimidasi-intimidasi tersebut.
Ketika Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Yatsrib atau yang kita kenal sekarang sebagai Madinah Al-Munawwaroh pada tahun ke-13 kenabian 622M, beliau bisa leluasa menyebarkan risalah agama ditambah lagi dengan posisi beliau yang menjadi pemimpin kota tersebut. Ilmu pengetahuan mulai tumbuh dan perkembang sejak pada masa ini. Beliau suksus menjadi solusi dalam berbagai masalah yang terjadi baik berkaitan dengan peribadian, sosial, ekonomi, dan politik yang bersumber langsung dari Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah SAW memulai pembangunan masyarakat madinah dengan membangun masjid sebagai pusat dakwah islam. Di masjid itulah dilakukan berbagai kegiatan dakwah, mulai dari masalah peribadatan, sosial, ekonomi, dan politik. Disinilah islam menjadi maju pesat dan menjadi salah satu peradaban yang maju pada masa tersebut. Tokoh-tokoh ilmuwan pada masa Rasulullah SAW lebih terfokus pada Al-Quran antara lain Ali bin Thalib dan Zaid bin Sabit, kemudian Salman al-Farizi yang ahli strategi perang.
2. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Oleh kaum Muslim Zaman Khulafa’Ar Rasyidin
Adapun ilmu-ilmu yang berkembang pada masa Khulafaur Rasyidin adalah
Ilmu qiraat, ilmu tafsir Al Quran, ilmu khat, dan ilmu hadits, ilmu fiqih, serta ilmu nahwu dan Sharaf.
3. Perkembangan ilmu pengetahuan oleh kaum muslimin pada masa Bani Abbasiyah
Diantaranya adalah sebagai berikut: ilmu matematika, geografis, arsitektur, kimia, ilmu medis ilmu astronomi, dan filsafat.
Sedangkan, ilmu yg berkembang pada masa dinasti Bani Umayyah adalah ilmu farmasi, ilmu medis, ilmu sains terapan, dan teknik mesin ilmuwan.
Dan di masa modern ini, ilmu-ilmu pengetahuan di wilayah Arab pastinya juga lebih berkembang pesat. Apalagi di era yang modern ini banyak lembaga-lembaga pendidikan yang berkualitas dan dilengkapi dengan fasilitas yang optimal.
Teman-teman, perlu kita ingat kembali bahwasanya masyarakat Arab jahiliah dulu bukan orang-orang yang bodoh dalam hal ilmiah atau ilmu-ilmu pengetahuan. Namun, kejahilan mereka dikarenakan sebab mereka tidak mau memikirkan hal baik yang seharusnya mereka jalankan. Seperti misalnya, mereka selalu meminum minuman keras, padahal banyak mudharat yang akan mereka rasakan. Juga mereka tidak mengikuti ajaran ajaran yang dibawa oleh utusan sang Ilahi, Allah SWT.
Pasalnya, masyarakat punya pengetahuan aakn suatu ilmu. Namun, ilmu-ilmu pengetahuan di wilayah Arab lebih berkembang pesat ketika Islam datang. Namun, meski begitu, perkembangan akan ilmu tidak serta merta langsung berkembang dengan mudahnya. Selain menyebarkan ilmu pengetahuan nabi pun juga berseru mengajak kaum kafir diasa dulu untuk mengikuti ajarannya dan untuk beribadah kepada Allah SWT.
Mungkin, demikianlah sedikit dari secuil pengetahuan yang saya dapatkan. Jikalau ada kekeliruan mohon saran baiknya. Karena, telah kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang luput dari salah. "Al-insanu mahalul khata' wa nisyan". semoga apa yang telah dipaparkan di blog ini membawa berkah dan manfaat. Wallahu a'lam bisshawab.