Jumat, 01 Mei 2020

Pranata Keindahan Masyarakat Arab

Pranata Keindahan Masyarakat Arab

         Masyarakat Arab, jika kita lihat dari sejarahnya pasti tidak asing lagi dengan karya-karya sastranya yang begitu banyak. Mengenai pranata Keindahan Masyarakat Arab, di sini penulis akan menggarisbawahi bahwa pembahasan mengenai pranata Keindahan Masyarakat Arab ini mengarah pada keindahan sastranya.
Ketika kita membahas tentang bangsa Arab, maka kita juga akan membahas karakteristik masyarakat Arab itu sendiri, tentunya aktivitas yang lazim bagi masyarakat Arab sangat mempengaruhi nilai- nilai budaya dan peradaban mereka. Demikian pula dalam kehidupan mereka pun lazim dengan yang namanya sastra. sehingga, hal ini menjadi unsur estetika dalam kehidupan mereka dan sangat mengagumkan bagi kehidupan sosial selain bangsa Arab. 
          Bicara tentang norma keindahan masyarakat Arab, maka hal tersebut tak luput dari sejarah kehidupan mereka, yaitu bagaimana gambaran aktivitas kehidupan mereka pada masa  jahiliyyah yang cenderung mewakilkan unsur emosi dengan melampiaskan perasaan mereka melalui sastra. Sehingga, terdapat berbagai ragam genre padaa pola karya sastra mereka. 
       Keindahan dalam hal ini merupakan sastra. Secara umum banyak yang mengemukakan definisi sastra sebagai keindahan dalam berbahasa. Pemahaman sastra sebagai produk manusia yang mengandung nilai benar. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pranata Keindahan Masyarakat Arab merupakan suatu pranata atau aturan yang ada dalam sastra-sastra di kalangan masyarakat Arab.
            Adapun kelembagaan-kelembagaan kesusastraan di bangsa Arab adalah sebagai berikut: 
  1. Majelis temu sastra dan agama
  2. Majelis Jamia’atut- Diwan
  3. Majelis Arabithatul-Qalamiyyah
       Sastra merupakan sebuah estetika atau keindahan. Sastra sudah ada di wilayah Arab bahkan sejak kaum jahiliah. Masyarakat Arab yang gemar akan syair-syair atau bahkan prosa atau natsar mereka selalu berlomba-lomba untuk membuat sebagus mungkin. Di waktu itu pula, syair-syair yang ada dijadikan sebagai pertunjukan tepatnya juga diperjualbelikan. Dan salah satu cara orang-orang di masa itu mendapatkan uang adalah dengan bersyair.
         Pranata Keindahan ini, mengarah pada aturan-aturan keindahan yang ada dalam sastra-sastra pada masyarakat Arab. Semakin berjalannya waktu dan berkembangnya zaman. Maka, sastra pun juga ikut berkembang. Di arab sendiri telah ada kelembagaan-kelembagaan kesusastraan sebagaimana yang telah saya cantumkan di atas.
         Sejak Islam datang, dan turunnya Al-Qur'an dengan gaya bahasanya yang begitu indah. Terdapat orang-orang yang ingin menandingi keindahan Al-Qur'an. (Mengenai ini bisa disearch di sumber-sumber lainnya ya teman-teman) hehe karena saya sedikit lupa.pada intinya, pranata Keindahan Masyarakat Arab yang saya paparkan ini terfokus pada keindahan atau sastra yang ada pada masyarakat Arab tersebut. Namun, perlu diketahui juga bahwasanya pranata Keindahan Masyarakat Arab ini tidak hanya terpaku pada sastranya saja. Namun, juga meliputi keindahan yang lain, mungkin bisa juga lingkungan kehidupan atau sebagainya.


Mungkin, demikianlah sedikit dari secuil pengetahuan yang saya dapatkan. Jikalau ada kekeliruan mohon saran baiknya. Karena, telah kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang luput dari salah. "Al-insanu mahalul khata' wa nisyan". semoga apa yang telah dipaparkan di blog ini membawa berkah dan manfaat. Wallahu a'lam bisshawab. 

Tidak ada komentar:

Rintik di bulan Juni

Seperti ketabahan hujan bulan Juni Yang diceritakan oleh eyang Sapardi Aku juga ingin mencintai dengan sederhana dengan isyarat yang