Definisi Pranata Politik Masyarakat Arab
Pranata merupakan produk kesepakatan masyarakat yang dibuat untuk menjalankan system nilai dan norma tertentu. Definisi pranata dapat digambarkan sebagai upaya kelembagaan untuk mewujudkan atau mempertahankan system social. Sedangkan, politik
Secara etimologis politik berasal dari bahasa Yunani “ Polis “ yang artinya sama dengan kota (City) atau Negara kota (City State) dari polis timbul istilah lain polite yang berarti warga negara, politicos yang berarti kewarganegaraan, politike techen yang berarti kemahiran berpolitik dan selanjutnya orang-orang Romawi mengambil istilah tersebut serta menamakanya pengetahuan tentang Negara itu sebagai kemahiran tentang masalah-masalah kenegaraan. Dengan demikian jelaslah bahwa politik yang bersangkut paut dengan masalah-masalah Negara dan pemerintahan.
Pranata politik secara umum adalah upaya atau kegiatan partai politik sebagai organisasi kemasyarakatan yang memilki ciri khas tersendiri dan bertujuan untuk mendapatkan kekuasaan dengan bekal ilmu kenegaraan atau tata Negara. Adapun menurut para ahli.
- Menurut N Aemum (1986) pranta politik adalah upaya suatu organisasi politik untuk menguasai pemerintahan serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan suatu golongan terhadap golongan lain yang memiki pandangan berbeda.
- Menurut Aristoteles bahwa pranata politik sebagai asosiasi yang paling berdaulat yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Terdapat dua poin penting dari pengertian pranata politik oleh Aristoteles bahwa pranata politik memilki kewenangan atas menggunakan kekuatan fisik dan pranata politik mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri.
Di wilayah Arab sendiri, seperti yang kita ketahui pada zaman Nabi, Nabi lah yang memimpin. Dan ketika nabi wafat digantikan oleh para Khulafaur Rasyidin, dimana sistem memilih dalam hal ini yaitu dengan ditunjuk langsung oleh pemimpin sebelumnya. Namun, ada juga yang menggunakan sistem musyawarah. Itu ketika masa Khulafaur Rasyidin. Sedangkan pada masyarakat Arab sekarang, seperti yang kita ketahui bahwasanya pemerintahan Arab dipimpin oleh raja tanda kutip di sini menggunakan sistem pemerintahan monarki. Jadi, sistem politik pun mungkin tidak sterbuka atau tidak setrasparansi seperti di negara kita. Karena apa? Karena di negara Arab menganut sistem kerajaan lain halnya di Indonesia yang demokrasi.
Mungkin, demikianlah sedikit dari secuil pengetahuan yang saya dapatkan. Jikalau ada kekeliruan mohon saran baiknya. Karena, telah kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang luput dari salah. "Al-insanu mahalul khata' wa nisyan". semoga apa yang telah dipaparkan di blog ini membawa berkah dan manfaat. Wallahu a'lam bbisshawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar