Senin, 20 April 2020

Pranata Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat Arab

Yl-rainly

A. Sumber Daya Masyarakat Arab

       Zaman dahulu, khususnya pada zaman Nabi Muhammad, kondisi dunia Arab terlihat begitu gersang dan tandus karena terdiri dari padang pasir dan bebatuan saja. Air merupakan kebutuhan primer yang sulit untuk di peroleh secara melimpah seperti sekarang. Oleh karena itulah, di wilayah Arab khususnya di Mekkah, pertanian tidak mungkin berkembang. Salah satu mata pencarian yang mungkin pada saat itu adalah berternak dan berdagang. Sedangkan, para bangsawan kota Mekkah dikenal sebagai para pedagang handal dan mereka sering berkunjung ke kota-kota sekitarnya, seperti kota Syam, Yaman, dan Yerussalem untuk melakukan transaksi perdagangan dan sekaligus untuk memperluas jaringan lalu lintas perdagangan. Karena kota mekkah berada di jalur pedagang dari tempat singgah para pedagang dari kota-kota di sekitarnya, membuat mekkah mengalami perkembangan yang sangat pesat.
     Kota mekkah berkembang karena banyaknya para bangsawan yang berdagang, akan tetapi meskipun demikiani kondisi masyarakatnya saat itu lemah dan tidak berdaya. Karena penindasan dan pemerasan yang dilakukan oleh para bangsawan untuk memperluas jaringan perdagangan dan meraup keuntungan sebesar-besarnya tanpa memikirkan etika dan norma bisnis sehingga menghalalkan segala cara dalam melakukan transaksi. 

B. Mata pencarian masyarakat arab dulu sampai sekarang

     Bangsa Arab memiliki mata pencaharian bidang perdagangan, pertanian, dan peternakan. Peternakan menjadi sumber kehidupan bagi Arab Badui. Mereka berpindah-pindah menggiring ternaknya ke daerah yang sedang musim hujan atau ke padang rumput. Mereka mengkonsumsi daging dan susu dari ternaknya. Serta membuat pakaian dan kemanya dari bulu domba. Jika telah terpenuhi kebutuhannya, mereka menjualnya kepada orang lain. Orang kaya dikalangan mereka terlihat dari banyaknya hewan yang dimiliki. Selain Arab Badui, sebagian masyarakat perkotaan yang menjadikan peternakan sebagai sumber penghidupan. Ada yang menjadi pengembala ternak milik sendiri, ada juga yang mengembala ternak orang lain. Seperti Nabi Muhammad Saw, ketika tinggal di suku Bani Sa'ad, beliau seorang pengembala kambing. Begitu juga Umar bin Khattab, Ibnu Mas'ud dan lain-lain.
     Adapun Masyarakat perkotaan yang tinggal di daerah subur, seperti Yaman, Taif, Madinah, Najd, Khaibar atau yang lainnya, mereka menggantungkan sumber kehidupan pada pertanian. Selain pertanian, mayoritas mereka memilih perniagaan sebagai mata pencaharian, khusunya, penduduk Makkah. Mereka memiliki pusat perniagaan istimewa. Penduduk Makkah memiliki kedudukan tersendiri dalam pandangan orang-orang Arab, yaitu mereka penduduk negeri Haram (Makkah). Orang-orang Arab lain tidak akan mengganggu mereka, juga tidak akan mengganggu perniagaan mereka. Allah Swt telah menganugrahkan hal itu kepada mereka.
        Di samping pertanian, mereka juga terkenal dalam urusan perdagangan. Perdagangan yang dilakukan juga tidak terbatas sesama Arab, namun juga dengan non-Arab. Kemajuan mereka dilihat dari kegiatan ekspor dan impor yang telah dilakukan para pedagang Arab Selatan dan Yaman sejak 200 tahun sebelum lahirnya Islam. Mereka melakukan ekspor barang-barang seperti dupa, kayu gaharu, minyak wangi, kulit binatang, buah kismis dan lainnya dan mengimpor bahan bangunan, bulu burung unta, logam mulia, batu mulia, sutra, gading, rempah-rempah, intan dan sebagainya dari Afrika, persia, Asia Selatan, dan China.
Jadi, dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Arab harus berusaha dengan mencapai kebutuhan tersebut. Ada yang berdagang, bertani, dan juga berternak.



Mungkin, demikianlah sedikit dari secuil pengetahuan yang saya dapatkan. Jikalau ada kekeliruan mohon saran baiknya. Karena, telah kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang luput dari salah. "Al-insanu mahalul khata' wa nisyan". semoga apa yang telah dipaparkan di blog ini membawa berkah dan manfaat. Wallahu a'lam bisshawab. 

Pranata Sarana Pendidikan Masyarakat Arab

Oleh Yuli Santiani
Definisi Pranata Sarana Pendidikan Masyarakat Arab
     Seperti yang telah kita ketahui, bahwa pranata merupakan aturan, atau perundangan, atau norma-norma yang berlaku dalam suatu institusi. Sedangkan, sarana pendidikan merupakan segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai tujuan atau maksud[1]. Sarana pendidikan adalah segala sesuatu (alat/media) yang ada dan digunakan dalam sebuah Pendidikan. Sarana pokok yang harus ada dalam suatu pendidikan adalah pengajar, murid, dan bahan ajaran.
Sejarah Islam mencatat bahwa di zaman klasik terdapat sejumlah lembaga pendidikan Islam yang memiliki kelebihan dan kekuatan, serta telah memberikan sumbangan yang besar bagi gerakan intelektual, kebudayaan dan peradaban Islam. lembaga pendidikan Islam tersebut selengkapnya dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Darul Arqam
2. Masjid selain berfungsi sebagai tempat melaksanakan shalat berjamaah, juga                     tempat melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk pendidikan. Setelah hijrah ke Madinah, pendidikan kaum Muslimun berpusat di masjid-masjid. Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dijadikan sebagai tempat kegiatan pendidikan.
3. Al-Suffah merupakan ruangan atau bangunan yang bersambung dengan masjid. Suffah dapat dilihat sebagai sebuah boarding school, karena kegiatan pengajaran dan pembelajaran dilakukan secara sistematik dan teratu
Kuttab didirikan oleh bangsa Arab sebelum kedatangan Islam dan bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak. Namun demikian, lembaga pendidikan ini tidak mendapat perhatian dari masyarakat Arab.
4. Maktab adalah sejenis sekolah dasar rakyat yang diperuntukkan bagi pengajaran agama, bahasa (gramatika), dan sastra. Di maktab tersebut anak-anak lelaki dan perempuan diperkenalkan ilmu membaca (termasuk tajwid membaca al-Qur’an), menulis, dan prinsip-prinsip agama seperti ‘aqidah, fiqh, dan akhlaq.
Majelis yaitu hingga abbad ke-10, lembaga utama pendidikan selain maktab adalah majlis (kumpulan). Lembaga majlis tersebut dipimpin oleh seorang profesor yang sering disebut syaikh, hakim atau ustadz.
5. Bait al-Hikmah adalah Pada dasawarsa kedua abad ke-9 telah dibangun sebuah pusat penting untuk aktivitas-aktivitas keilmuan, yaitu Bait al-Hikmah. Di lembaga pendidikan terkenal itulah berkumpul banyak sarjana dari berbagai disiplin ilmu yang melangsungkan berbagai kegiatan-kegiatan ilmiah seperti penelitian, pennerjemahan, dan penerbitan.
Istana yaitu yang dalam bahasa Arab disebut Qushr adalah lembaga pendidikan yang mulai tumbuh pada zaman Khalifah Bani Umayah.
6. Badiah adalah lembaga pendidikan yang mulai muncul pada zaman khalifah Bani Umayyah. Lembaga ini dibangun dalam rangka melaksanakan program Arabisasi yang digagas khalifah Abdul Malik bin Marwan.
7. Perpustakaan tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan serta kegiatan penelitian dan penulisan karya ilmiah.
Al-Bimaristan adalah rumah sakit tempat berobat dan merawat orang serta sekaligus berfungsi sebagai tempat melakukan magang dan penelitian bagi calon dokter. Di masa sekarang al-Bimaristan dikenal dengan istilah teaching hospital (rumah sakit pendidikan).
8. Toko buku didirikan oleh para pedagang buku, selain digunakan sebagai tempat mendapatkan buku yang dibutuhkan dengan membelinya, juga sebagai tempat melakukan bedah buku, ceramah dan sebagainya.
9. Al-Manazil al-Ulama (Rumah Para Ulama) yaitu Walaupun sebenarnya, rumah bukanlah merupakan tempat yang baik untuk tempat memberikan pelajaran namun pada zaman kejayaan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam, banyak juga rumah-rumah para ulama dan para ahli ilmu pengetahuan menjadi tempat belajar dan ilmu pengetahuan.
10. Al-Shaluun al-Adabiyah (Sanggar Sastra) yaitu mulai muncul secara sederhana pada masa pemerintahan Bani Umayyah, kemudian berkembang pesat pada zaman Abbasiyah, dan merupakan perkembangan lebih lanjut dari perkumpulan yang ada pada zaman Islam yang merencanakan program dalam urusan yang bersifat duniawi, namun meminta fatwa dari segi agama.
11. Madrasah merupakan isim makan dari kata darasa yang berarti belajar, jadi madrasah berarti tempat belajar bagi siswa atau mahasiswa (umat Islam).
Observatorium yaitu menurut K. Ajram, astronomi memperoleh tempat yang istimewa di kalangan sarjana Muslim.
12. Ar-Ribath adalah menurut bahasa, al-ribath berarti ikatan yang mudah dibuka. Sedangkan dalam arti yang umum, al-ribath adalah tempat untuk melakukan latihan, bimbingan, dan pengajaran bagi calon sufi.
13. Al-Zawiyah secara harfiah berarti sayap atau samping. Sedangkan dalam arti yang umum, al-zawiyah adalah tempat yang berada di bagian pinggir masjid yang digunakan sebagai tempat untuk melakukan bimbingan spiritual, wirid, dzikir, mujahadah, muhasabah, dan istighasyah.



Mungkin, demikianlah sedikit dari secuil pengetahuan yang saya dapatkan. Jikalau ada kekeliruan mohon saran baiknya. Karena, telah kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang luput dari salah. "Al-insanu mahalul khata' wa nisyan". semoga apa yang telah dipaparkan di blog ini membawa berkah dan manfaat. Wallahu a'lam bisshawab. 

[1].KBBI. Kamus Versi Online/Daring. Diakses pada 28 Maret 2020 dari http://www.kbbi.web.id.
[2]. Asri, Karolina. “Perbandingan Institusi Pendidikan Islam Yang Berkembang Di Abad Klasik Dengan Institusi Pendidikan Islam Yang Berkembang Di Indonesia”. TADRIB VoL. 1 No. 1 Juni 2015, hal 4-14.

Senin, 06 April 2020

MK Pranata Kehidupan Masyarakat Arab

Oleh Yuli Santiani

TIMUR TENGAH SEBAGAI 
STUDI KAWASAN

               Dunia Arab merupakan suatu kawasan yang sangat menarik untuk dijadikan sebuah bahasan atau objek penelitian. Hal ini, disebabkan karena dunia Arab merupakan sebuah negara yang berperan penting dalam peradaban dunia. Dunia Arab mencakup beberapa negara, salah-satunya adalah kawasan Timur Tengah.
       Sejak berakhirnya perang dunia II, Timur Tengah menjadi suatu kawasan yang bergejolak dengan berbagai konflik dunia. Hal itu, terjadi karena adanya kepentingan-kepentingan negara besar regional yang ingin mempengaruhi kawasan. Dalam pertarungan pengaruh, politik , ideologis, dan militer, tidak hanya negara kawasan saja yang berambisi. namun, negara di luar kawasan seperti Uni soviet dan Amerika  Serikat juga ikut serta dalam interaksi kawasan. 

   A. Pengertian Studi Kawasan

        Studi artinya penyelidikan, bahan pelajaran[1]. Sedangkan kawasan menurut WJS. Poer Wadarminta (1974: 43), kawasan berarti wilayah daerah, lingkungan. Sedangkan, menurut KBBI, studi adalah sebuah penelitian ilmiah, kajian, atau telaahan. Dan kawasan merupakan daerah tertentu yang mempunyai ciri tertentu, seperti tempat tinggal, pertokoan, industri, dan sebagainya. Jadi, dari pengertian tersebut dapat kiata ambil kesimpulan bahwa studi kawasan merupakan suatu pengetahuan untuk menyelidiki tentang wilayah atau daerah. Misal; dalam hal sosial, ekonomi, pendidikan, agama,dan lain-lain. 

     B. Kawasan Timur Tengah

       Timur Tengah adalah istilah geografis, yang berubah menurut era dan penggunannya. Pada awalnya, istilah Timur Tengah diciptakan pada abad ke-19 oleh Inggris, bersama dengan istilah geografis Eropa-Sentris lainnya. Seperti Timur Dekat (wilayah Mediterenia Timur yang paling dekat dengan Eropa). Dan Timur Jauh (China, Jepang, Korea, dan Entitas Asia Timur lainnya yang lebih jauh dari Eropa). Kebangkitan nasionalisme Arab pada abad ke-20, semakin menguatkan koherensi diantara negara-negara yang didominasi oleh orang-orang yang berbahasa dan berbudaya Arab. Sehingga, terkadang Timur Tengah secara kolektif disebut sebagai dunia Arab. Timur Tengah adalah sebuah wilayah yang secara politis dan budaya merupakan bagian dari benua Asia, atau Afrika-Eurasia. Timur Tengah merupakan pemilahan wilayah yang dilakukan pada masa kolonial. 
        Pada umumnya, kawasan Timur Tengah dianggap mencakup wilayah Asia Barat Daya dan Afrika Utara. W.B Fischer dalam The Middle East And North Africa,  menyatakan bahwa Timur Tengah merupakan suatu wilayah yang meliputi the highland countries of turkey and iran; cyprus, negara-negara yang berbahasa Arab di sepanjang pantai Laut Tengah, yaitu syiria, lebanon, dan palestina, Israel; negara-negara di semenanjung Arab irak dan negara-negara di tepi sungai Nil yaitu Sudan, Mesir, Libya, Tunisia serta Maroko. Kawasan ini di dominasi oleh negara-negara Muslim Arab dan non Arab, mulai dari Maroko diujung barat sampai Afghanistan di ujung timur, termasuk Lebanon, Israel, dan Cyprus[2].
     Faktor penting yang mewarnai budaya Timur Tengah adalah bahasa Arab. Hampir di seluruh negara-negara Arab menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa ibu dari kawasan tersebut. Dengan kata lain, bahasa Arab lah yang menjadi penyambung dan perangkat seluruh kawasan dalam berinteraksi dan lainnya. Selain faktor kultural, faktor interaksi yang ada di Timur Tengah juga memiliki ciri khas tersendiri. Di kawasan Timur Tengah, sebagian negara dapat disebut sebagai negara inti yang memiliki dominasi penagaruh besar di kawasan ini. Negara inti tersebut antara lain;  Mesir, Suriah, Iraq, dan Iran. Meskipun Iran tidak menggunakan bahasa Arab, negeri ini secara kawasan sering digolongkan Timur Tengah. Sedangkan, negara kecil yang biasa disebut negara pinggiran mengikuti apa yang dianuti oleh negara besar. Negara-negara di Teluk Persia seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, Bahrain, dan Qatar memiliki pengaruh yang kecil, meskipun terdapat kekayaan yang berlimpah[3].
       Diantara interaksi kawasan yang terjadi setalah lahirnya Israel pada tahun 1948, Timur tengah menjadi dua kubu yang sangat asimetris. Israel menjadi satu-satunya negara yang tidak berbahasa Arab dan tidak memeluk Islam. Dalam kurun waktu itulah, Timur Tengah sangat dikendalikan dengan adanya konflik antara Israel-Arab yang pada akhirnya menjadi pertarugan antara Israel dan Palestina. Israel yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan sekutunya menduduki wilayah Palestina sampai sekarang. Hal inilah, yang kemudian menjadi salah satu sumber mengapa Timur Tengah tetap diperbincangkan dalam setengah abad ini.
   
         Oh ya teman-teman, di kawasan Timur Tengah yang juga dikenal dengan Timur dekat dan Timur jauh ini terdapat beragam bahasa diantaranya adalah bahasa Arab, bahasa Kurdi, bahasa Persia, bahasa Turki, bahasa Asyyira, dan bahasa Ibrani. Namun, mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Arab dan menjadikannya sebagai bahasa resmi. Seperti yang sudah saya paparkan di sebelumnya ya..di kawasan Timur Tengah juga terdapat bermacam-macam suku. Antara lain adalah sebagai berikut: suku  Arab, Suku Kurdi, Suku Yunani, suku Iran, suku Assyira, Suku Berber, dan suku Yahudi.
           
                Mungkin, demikianlah sedikit dari secuil pengetahuan yang saya dapatkan. Jikalau ada kekeliruan mohon saran baiknya. Karena, telah kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang luput dari salah. "Al-insanu mahalul khata' wa nisyan". semoga apa yang telah dipaparkan di blog ini membawa berkah dan manfaat. Wallahu a'lam bisshawab.


[1].  John M. Echols, Kamus Inggris Indonesia, Jakarta: Gramedia, 2000, hal. 563.
[2]. Bantarto Bandoro, Timur Tengah Pasca Perang Teluk, jakarta:Centre Of Strategic And            International Studies, 1991, hal. 14.
[3]. Asep Setiawan, Dinamika Timur Tengah, Yogyakarta: Leutika Prio, 2018, hal. 3.
[4]. George Soros, Zaman Kenisbian Konsekuensi Perang Terhadap Teror (Edisi                              Terjemahan), Jakarta: Pusat Data Dan Analisa Tempo, 2006, hal. 171.
DAFTAR PUSTAKA

Setiawan, Asep. Dinamika Timur Tengah. Yogyakarta : Leutika Prio, 2018. 
Kifrawi. Ependekatan studi kawasan dan pengkajian islam. Artikel diakses pada 22  Februari2020 dari http://www.doaj.org.ac.id. 
                Surwandono. Relasi Antara Tingkat Konflik di Dunia Islam Denagan Setting Geografi Politik: Studi Kasus Konflik Di Kawasan Timur Tengah. Artikel Diakses Pada 22 Februari 2020 dari http://www.doaj.org.ac.id.


Rintik di bulan Juni

Seperti ketabahan hujan bulan Juni Yang diceritakan oleh eyang Sapardi Aku juga ingin mencintai dengan sederhana dengan isyarat yang