Oleh Yuli Santiani
Definisi Pranata Sarana Pendidikan Masyarakat Arab
Seperti yang telah kita ketahui, bahwa pranata merupakan aturan, atau perundangan, atau norma-norma yang berlaku dalam suatu institusi. Sedangkan, sarana pendidikan merupakan segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai tujuan atau maksud[1]. Sarana pendidikan adalah segala sesuatu (alat/media) yang ada dan digunakan dalam sebuah Pendidikan. Sarana pokok yang harus ada dalam suatu pendidikan adalah pengajar, murid, dan bahan ajaran.
Sejarah Islam mencatat bahwa di zaman klasik terdapat sejumlah lembaga pendidikan Islam yang memiliki kelebihan dan kekuatan, serta telah memberikan sumbangan yang besar bagi gerakan intelektual, kebudayaan dan peradaban Islam. lembaga pendidikan Islam tersebut selengkapnya dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Darul Arqam
2. Masjid selain berfungsi sebagai tempat melaksanakan shalat berjamaah, juga tempat melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk pendidikan. Setelah hijrah ke Madinah, pendidikan kaum Muslimun berpusat di masjid-masjid. Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dijadikan sebagai tempat kegiatan pendidikan.
1. Darul Arqam
2. Masjid selain berfungsi sebagai tempat melaksanakan shalat berjamaah, juga tempat melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk pendidikan. Setelah hijrah ke Madinah, pendidikan kaum Muslimun berpusat di masjid-masjid. Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dijadikan sebagai tempat kegiatan pendidikan.
3. Al-Suffah merupakan ruangan atau bangunan yang bersambung dengan masjid. Suffah dapat dilihat sebagai sebuah boarding school, karena kegiatan pengajaran dan pembelajaran dilakukan secara sistematik dan teratu
Kuttab didirikan oleh bangsa Arab sebelum kedatangan Islam dan bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak. Namun demikian, lembaga pendidikan ini tidak mendapat perhatian dari masyarakat Arab.
4. Maktab adalah sejenis sekolah dasar rakyat yang diperuntukkan bagi pengajaran agama, bahasa (gramatika), dan sastra. Di maktab tersebut anak-anak lelaki dan perempuan diperkenalkan ilmu membaca (termasuk tajwid membaca al-Qur’an), menulis, dan prinsip-prinsip agama seperti ‘aqidah, fiqh, dan akhlaq.
Majelis yaitu hingga abbad ke-10, lembaga utama pendidikan selain maktab adalah majlis (kumpulan). Lembaga majlis tersebut dipimpin oleh seorang profesor yang sering disebut syaikh, hakim atau ustadz.
5. Bait al-Hikmah adalah Pada dasawarsa kedua abad ke-9 telah dibangun sebuah pusat penting untuk aktivitas-aktivitas keilmuan, yaitu Bait al-Hikmah. Di lembaga pendidikan terkenal itulah berkumpul banyak sarjana dari berbagai disiplin ilmu yang melangsungkan berbagai kegiatan-kegiatan ilmiah seperti penelitian, pennerjemahan, dan penerbitan.
Istana yaitu yang dalam bahasa Arab disebut Qushr adalah lembaga pendidikan yang mulai tumbuh pada zaman Khalifah Bani Umayah.
6. Badiah adalah lembaga pendidikan yang mulai muncul pada zaman khalifah Bani Umayyah. Lembaga ini dibangun dalam rangka melaksanakan program Arabisasi yang digagas khalifah Abdul Malik bin Marwan.
7. Perpustakaan tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan serta kegiatan penelitian dan penulisan karya ilmiah.
Al-Bimaristan adalah rumah sakit tempat berobat dan merawat orang serta sekaligus berfungsi sebagai tempat melakukan magang dan penelitian bagi calon dokter. Di masa sekarang al-Bimaristan dikenal dengan istilah teaching hospital (rumah sakit pendidikan).
8. Toko buku didirikan oleh para pedagang buku, selain digunakan sebagai tempat mendapatkan buku yang dibutuhkan dengan membelinya, juga sebagai tempat melakukan bedah buku, ceramah dan sebagainya.
9. Al-Manazil al-Ulama (Rumah Para Ulama) yaitu Walaupun sebenarnya, rumah bukanlah merupakan tempat yang baik untuk tempat memberikan pelajaran namun pada zaman kejayaan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam, banyak juga rumah-rumah para ulama dan para ahli ilmu pengetahuan menjadi tempat belajar dan ilmu pengetahuan.
10. Al-Shaluun al-Adabiyah (Sanggar Sastra) yaitu mulai muncul secara sederhana pada masa pemerintahan Bani Umayyah, kemudian berkembang pesat pada zaman Abbasiyah, dan merupakan perkembangan lebih lanjut dari perkumpulan yang ada pada zaman Islam yang merencanakan program dalam urusan yang bersifat duniawi, namun meminta fatwa dari segi agama.
11. Madrasah merupakan isim makan dari kata darasa yang berarti belajar, jadi madrasah berarti tempat belajar bagi siswa atau mahasiswa (umat Islam).
Observatorium yaitu menurut K. Ajram, astronomi memperoleh tempat yang istimewa di kalangan sarjana Muslim.
12. Ar-Ribath adalah menurut bahasa, al-ribath berarti ikatan yang mudah dibuka. Sedangkan dalam arti yang umum, al-ribath adalah tempat untuk melakukan latihan, bimbingan, dan pengajaran bagi calon sufi.
13. Al-Zawiyah secara harfiah berarti sayap atau samping. Sedangkan dalam arti yang umum, al-zawiyah adalah tempat yang berada di bagian pinggir masjid yang digunakan sebagai tempat untuk melakukan bimbingan spiritual, wirid, dzikir, mujahadah, muhasabah, dan istighasyah.
[1].KBBI. Kamus Versi Online/Daring. Diakses pada 28 Maret 2020 dari http://www.kbbi.web.id.
[2]. Asri, Karolina. “Perbandingan Institusi Pendidikan Islam Yang Berkembang Di Abad Klasik Dengan Institusi Pendidikan Islam Yang Berkembang Di Indonesia”. TADRIB VoL. 1 No. 1 Juni 2015, hal 4-14.
Mungkin, demikianlah sedikit dari secuil pengetahuan yang saya dapatkan. Jikalau ada kekeliruan mohon saran baiknya. Karena, telah kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang luput dari salah. "Al-insanu mahalul khata' wa nisyan". semoga apa yang telah dipaparkan di blog ini membawa berkah dan manfaat. Wallahu a'lam bisshawab.
[2]. Asri, Karolina. “Perbandingan Institusi Pendidikan Islam Yang Berkembang Di Abad Klasik Dengan Institusi Pendidikan Islam Yang Berkembang Di Indonesia”. TADRIB VoL. 1 No. 1 Juni 2015, hal 4-14.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar