Senin, 06 April 2020

MK Pranata Kehidupan Masyarakat Arab

Oleh Yuli Santiani

TIMUR TENGAH SEBAGAI 
STUDI KAWASAN

               Dunia Arab merupakan suatu kawasan yang sangat menarik untuk dijadikan sebuah bahasan atau objek penelitian. Hal ini, disebabkan karena dunia Arab merupakan sebuah negara yang berperan penting dalam peradaban dunia. Dunia Arab mencakup beberapa negara, salah-satunya adalah kawasan Timur Tengah.
       Sejak berakhirnya perang dunia II, Timur Tengah menjadi suatu kawasan yang bergejolak dengan berbagai konflik dunia. Hal itu, terjadi karena adanya kepentingan-kepentingan negara besar regional yang ingin mempengaruhi kawasan. Dalam pertarungan pengaruh, politik , ideologis, dan militer, tidak hanya negara kawasan saja yang berambisi. namun, negara di luar kawasan seperti Uni soviet dan Amerika  Serikat juga ikut serta dalam interaksi kawasan. 

   A. Pengertian Studi Kawasan

        Studi artinya penyelidikan, bahan pelajaran[1]. Sedangkan kawasan menurut WJS. Poer Wadarminta (1974: 43), kawasan berarti wilayah daerah, lingkungan. Sedangkan, menurut KBBI, studi adalah sebuah penelitian ilmiah, kajian, atau telaahan. Dan kawasan merupakan daerah tertentu yang mempunyai ciri tertentu, seperti tempat tinggal, pertokoan, industri, dan sebagainya. Jadi, dari pengertian tersebut dapat kiata ambil kesimpulan bahwa studi kawasan merupakan suatu pengetahuan untuk menyelidiki tentang wilayah atau daerah. Misal; dalam hal sosial, ekonomi, pendidikan, agama,dan lain-lain. 

     B. Kawasan Timur Tengah

       Timur Tengah adalah istilah geografis, yang berubah menurut era dan penggunannya. Pada awalnya, istilah Timur Tengah diciptakan pada abad ke-19 oleh Inggris, bersama dengan istilah geografis Eropa-Sentris lainnya. Seperti Timur Dekat (wilayah Mediterenia Timur yang paling dekat dengan Eropa). Dan Timur Jauh (China, Jepang, Korea, dan Entitas Asia Timur lainnya yang lebih jauh dari Eropa). Kebangkitan nasionalisme Arab pada abad ke-20, semakin menguatkan koherensi diantara negara-negara yang didominasi oleh orang-orang yang berbahasa dan berbudaya Arab. Sehingga, terkadang Timur Tengah secara kolektif disebut sebagai dunia Arab. Timur Tengah adalah sebuah wilayah yang secara politis dan budaya merupakan bagian dari benua Asia, atau Afrika-Eurasia. Timur Tengah merupakan pemilahan wilayah yang dilakukan pada masa kolonial. 
        Pada umumnya, kawasan Timur Tengah dianggap mencakup wilayah Asia Barat Daya dan Afrika Utara. W.B Fischer dalam The Middle East And North Africa,  menyatakan bahwa Timur Tengah merupakan suatu wilayah yang meliputi the highland countries of turkey and iran; cyprus, negara-negara yang berbahasa Arab di sepanjang pantai Laut Tengah, yaitu syiria, lebanon, dan palestina, Israel; negara-negara di semenanjung Arab irak dan negara-negara di tepi sungai Nil yaitu Sudan, Mesir, Libya, Tunisia serta Maroko. Kawasan ini di dominasi oleh negara-negara Muslim Arab dan non Arab, mulai dari Maroko diujung barat sampai Afghanistan di ujung timur, termasuk Lebanon, Israel, dan Cyprus[2].
     Faktor penting yang mewarnai budaya Timur Tengah adalah bahasa Arab. Hampir di seluruh negara-negara Arab menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa ibu dari kawasan tersebut. Dengan kata lain, bahasa Arab lah yang menjadi penyambung dan perangkat seluruh kawasan dalam berinteraksi dan lainnya. Selain faktor kultural, faktor interaksi yang ada di Timur Tengah juga memiliki ciri khas tersendiri. Di kawasan Timur Tengah, sebagian negara dapat disebut sebagai negara inti yang memiliki dominasi penagaruh besar di kawasan ini. Negara inti tersebut antara lain;  Mesir, Suriah, Iraq, dan Iran. Meskipun Iran tidak menggunakan bahasa Arab, negeri ini secara kawasan sering digolongkan Timur Tengah. Sedangkan, negara kecil yang biasa disebut negara pinggiran mengikuti apa yang dianuti oleh negara besar. Negara-negara di Teluk Persia seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, Bahrain, dan Qatar memiliki pengaruh yang kecil, meskipun terdapat kekayaan yang berlimpah[3].
       Diantara interaksi kawasan yang terjadi setalah lahirnya Israel pada tahun 1948, Timur tengah menjadi dua kubu yang sangat asimetris. Israel menjadi satu-satunya negara yang tidak berbahasa Arab dan tidak memeluk Islam. Dalam kurun waktu itulah, Timur Tengah sangat dikendalikan dengan adanya konflik antara Israel-Arab yang pada akhirnya menjadi pertarugan antara Israel dan Palestina. Israel yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan sekutunya menduduki wilayah Palestina sampai sekarang. Hal inilah, yang kemudian menjadi salah satu sumber mengapa Timur Tengah tetap diperbincangkan dalam setengah abad ini.
   
         Oh ya teman-teman, di kawasan Timur Tengah yang juga dikenal dengan Timur dekat dan Timur jauh ini terdapat beragam bahasa diantaranya adalah bahasa Arab, bahasa Kurdi, bahasa Persia, bahasa Turki, bahasa Asyyira, dan bahasa Ibrani. Namun, mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Arab dan menjadikannya sebagai bahasa resmi. Seperti yang sudah saya paparkan di sebelumnya ya..di kawasan Timur Tengah juga terdapat bermacam-macam suku. Antara lain adalah sebagai berikut: suku  Arab, Suku Kurdi, Suku Yunani, suku Iran, suku Assyira, Suku Berber, dan suku Yahudi.
           
                Mungkin, demikianlah sedikit dari secuil pengetahuan yang saya dapatkan. Jikalau ada kekeliruan mohon saran baiknya. Karena, telah kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang luput dari salah. "Al-insanu mahalul khata' wa nisyan". semoga apa yang telah dipaparkan di blog ini membawa berkah dan manfaat. Wallahu a'lam bisshawab.


[1].  John M. Echols, Kamus Inggris Indonesia, Jakarta: Gramedia, 2000, hal. 563.
[2]. Bantarto Bandoro, Timur Tengah Pasca Perang Teluk, jakarta:Centre Of Strategic And            International Studies, 1991, hal. 14.
[3]. Asep Setiawan, Dinamika Timur Tengah, Yogyakarta: Leutika Prio, 2018, hal. 3.
[4]. George Soros, Zaman Kenisbian Konsekuensi Perang Terhadap Teror (Edisi                              Terjemahan), Jakarta: Pusat Data Dan Analisa Tempo, 2006, hal. 171.
DAFTAR PUSTAKA

Setiawan, Asep. Dinamika Timur Tengah. Yogyakarta : Leutika Prio, 2018. 
Kifrawi. Ependekatan studi kawasan dan pengkajian islam. Artikel diakses pada 22  Februari2020 dari http://www.doaj.org.ac.id. 
                Surwandono. Relasi Antara Tingkat Konflik di Dunia Islam Denagan Setting Geografi Politik: Studi Kasus Konflik Di Kawasan Timur Tengah. Artikel Diakses Pada 22 Februari 2020 dari http://www.doaj.org.ac.id.


Tidak ada komentar:

Rintik di bulan Juni

Seperti ketabahan hujan bulan Juni Yang diceritakan oleh eyang Sapardi Aku juga ingin mencintai dengan sederhana dengan isyarat yang